Pages

Sastra Bebas Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label Bebas Bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebas Bicara. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2013

Kota Ambon Manise

Saat Ini Saya Berada Di ujung Timur Negeri Ini
Mentari Pagi Lebih Awal dari Biasanya Saya Hidup Di Negeri Ini Paling Barat...
Jam pun berlalu dengan Cepat, Diatas Masjid Al-Fatah Kota Ambon
Setelah Shubuh dalam Keadaan Mengantuk dan Tidak Punya Uang Satu sen Pun
Ternyata Tuhan Memang Baik, untuk hidup saya, Ambon Memang Manise, Termasuk Orang-orangnya...
Ternyata Baik hatinya...
Ketika Saya tak ada harapan.. dikota yang penih konflik antar agama ini, disaat harapan saya benar-benar memudar, ketika itupula Tuhan Menunjukkan Jalan Untuk Saya.
Dan Saya Pun di bawa ke rumah Mamah Angkat saya, yang sekarang ini, menjadi Ibu saya yang Kedua...
Dan Sayapun mulai Bekerja, Di Kota ini, dengan harapan yang kembali tumbuh...
Dengan Cita-Cita yang mulai keluar lagi dari pikiran saya...
Saya Pasti Dan Harus Berhasil setelah saya Pulang dari Negeri Timur ini...
Mentari Pagipun terasa cepat Berjalan Kini sudah mulai malam lagi.. dan aku selalu berada didalam kamar dengan Sendiri, sambil berpikir dan mengatur rencana untuk hidup...
Kota Ambon Memang Manise...



Ambon, 11-11-2013

Senin, 23 September 2013

Puisi Gelap

"Puisi Gelap"                        By : Fals

langit gelap, jutaan gagak hitam memenuhi langit
datang dari goa-goa yang gelap dan lembab
dari padang yang kering tandus
merentang sayap berputar-putar mengerikan
suaranya melengking menyayat
amarah yang terpendam
amarah tertahan
gentayangan bagai mayat bangun dari kubur
karena nerakapun tak mau menerima
gerhana matahari gerhana hidupmu
mereka menutupi cahaya matahari
memakan bangkai dari apa saja yang tersisa
hinggap diatas tanah
diatap rumah
di dahan-dahan pohon...
mengintai mangsa menanti Bangkai temannya sendiri yang mati kelaparan
bau bangkai menyengat dimana-mana
saling menerkam diantara mereka sendiri
sekedar bertahan dari kematian yang segera datang menjemput
tak ada cahaya matahari
tak ada cahaya kehidupan
tak ada apa-apa
hanya ada ketegangan dan keganasan
ketegangan yang mengandung bencana
gagak-gagak terus berputar semakin banyak
marah pada apa
marah pada siapa
marah pada marah yang tak terlampias
sampai pada saatnya nanti
mereka jatuh terkapar dan mati
tapi dimana cahaya kehidupan tak ada yang tahu
hanya ada jutaan bangkai gagak
berserakan
berbau amis dan busuk
bau busuk kehidupan
menyusup, menebar kesudut-sudut kota
dan kita menghisapnya

Selasa, 16 April 2013

Dimana Darahmu???


Dimana Darahmu???
Darahmu Lambat Laun Mulai Pergi Meninggalkan Tubuhmu
Aku Sendiri Tidak Mengerti Di Akibatkan Oleh Apa?
Apakah Karena Terapi ARV Mu?
Atau Oleh Sebab Yang Lainnya?
Aku Tidak Tahu Namun Yang Aku Yakini Itu Di sebabkan Oleh Terapi ARVmu.

Darahmu Janganlah Pergi Meninggalkan Tubuh Kekasihku.
Sebab Tanpamu Kami Tidak Akan Hidup
Darah Dimanakah Engkau?
Karena Aku Tidak mau di Salahkan Olehnya,
Hanya Karena Kehilangan darah aku Harus Bertanggung Jawab Dalam Kehidupan Yang Lainnya.
Aku Butuh darah...
Untuk Mengembalikan Kesehatan Kekasihku...
Tuhan Lindungilah Yuli
Berikanlah darahmu untuk kehidupannya.

Andai Saja Golongan Darahku Serupa Dengannya
Aku Tidak Peduli darahku Bisa Di Terima Atau Tidak, Meskipun aku Sendiri Tahu Bahwa Darahkupun Mengandung Virus yang Sama.
Dimanakah Darahmu Tuhan???
Janganlah Engkau Menjauh dari Tubuhnya
Sebab Engkaulah Kehidupan Selanjutnya.
Sebab masih ada anaknya yang harus dirawat.
Darahmu bukan darahku walaupun warna darah kita tetap sama tetapi beda untuk fungsinya.
Maafkan aku kasih... Aku belum mampu berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupanmu
Tapi satu yang aku yakini suatu saat nanti pasti akan indah pada waktunya. Amin.

Ambarawa 25 Januari 2013

Minggu, 30 September 2012

Aku Bukan Pencuri

Aku Bukan Pencuri
Aku Hanya bertahan Hidup
Aku Tak Peduli Caci Maki
Aku Hanya Ingin Berdiri Sendiri

Aku Laki-Laki
Lebih Hina Menjual Harga Diri
Terserah Mereka 
Sebab Aku Tak Mau Mati

Aku Pemimpi
Bukan Pengkhayal
Ku Jalankan Setiap Langkah Mimpiku
Walau Terhadang Gelombang

Yang Pasti Aku Bukan Pencuri
Aku Hanya Mencari Mimpi
Bukan Mengambil Ilusi
Sebab Aku Harus berdiri
Sebagai Laki-Laki



Ambarawa, 01 Oktober 2012

Dianozky

Selasa, 22 Mei 2012

Aku genggam Kehidupan ini

Aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, 
Namun mengapa tetap saja sangat sulit padahal itu semua hanya untuk kehidupan aku sendiri, 
Bangsa ini sudah penuh dengan tirani yang sangat menggurita, 
Mereka menggenggam semua kehidupan manusia. 

Para manusia yang lemah akan menjadi semakin lemah yang kuat semakin berkuasa, 
Kehidupan aku pun kini seperti ditentukan oleh yang berkuasa, 
Aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, 
Seperti aku menggenggam pasir, 
Semakin aku genggam semakin sedikit yang aku dapatkan, 
Pasir kehidupanku telah dibangun oleh para penguasa yang kapitalis, 

Mereka membangun kehidupannya diantara mengorbankan kehidupan manusia lainnya. 
Menggenggam kehidupan sendiri pun dinegeri ini sangat sulit diperjuangkan 
Sebab kehidupan kita selalu dipermainkan oleh mimpi-mimpi yang tamak para pelaku tirani, 
Tanpa ampun mereka merebut semua mimpi kehidupan kita, 

Kini kita hanya bisa bermimpi meskipun hanya untuk bertahan hidup. 
Sebab mimpi kita tak pernah diperjual belikan 
Namun mimpi kita direbut untuk mencapai mimpi para penguasa 
Untuk membangun istana megah yang penuh dengan kemahalan hidup, 
Bahkan ingin mengeluarkan setetes keringatpun kita harus membayarnya 
Sebab kehidupan manusia telah menjadi pasar yang menguntungkan bagi para penguasa, 

Aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, 
Tanpa aturan bebas, menikmati kehidupan dan hidup untuk menikmati kebebasan tanpa aturan, 
Maka mari bebaskan diri kita dari segala belenggu yang ingin menguasai kebebasan hidup kita sebagai manusia.




Yogyakarta, Maret 2009

Kemenangan Diatas Peperangan

Sebuah bangsa yang memperjuangkan kemenangan selalu diakhiri dengan peperangan, 
Sejarah telah membuktikan untuk mencapai sebuah mimpi 
Satu bangsa harus memerangi satu bangsa lainnya, 
Mengapa itu semua harus terjadi didalam didunia ini?, 
Aku tak pernah mengerti mengapa manusia ada hanya untuk saling membunuh manusia lainnya, 
Apakah itu semua sudah menjadi garis kehidupan yang telah ditentukan Sang Penguasa alam semesta ini? 

Aku rasa tidak!!! 

Kita semua bisa mengarahkan garis kehidupan kearah yang lebih baik, 
Kearah yang saling mencintai antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, 
Bayangkan akan seperti apakah alam semesta ini 
Bila kita semua hidup dengan damai berdampingan dengan semua makhluk hidup lainnya? 
Betapa surga dunia itu memang ada bila kita semua mau menciptakannya, 
Namun sayangnya yang terjadi adalah selalu diakhiri dengan peperangan, 
Itulah faktanya bahwa manusia hanya memperjuangkan hidupnya sendiri 
Untuk mencapai kemenangan dengan memerangi manusia lainnya, 
Dan manusia itu hanya mementingkan kelompoknya sendiri 
Juga sebuah bangsa hanya mengutamakan bangsanya itu sendiri 
Untuk menjadi penguasa diantara para penguasa, 
Mengapa manusia hidupnya seperti itu hanya ingin menguasai untuk kemengan hidupnya sendiri, 
Merusak alam semesta membunuh manusia lainnya dengan peperangan 
 Yang tak pernah berakhir diatas bumi tempat kita berpijak!!!







Yogyakarta, Maret 2009

Aku Hanya Bisa Menuliskan Apa Yang Aku Lihat

Yang aku lihat disekitar kehidupanku,
Hanya bisa kusuarakan melalui tulisan yang tak ada arti sastranya
Bahkan terbaca seperti tulisan anak kecil yang tidak bisa dibohongi apa yang terjadi pada dirinya,
Aku hanya bisa menuliskan saja apa yang aku lihat,
Aku tak pernah lagi bisa bersuara untuk kusampaikan apa yang telah terjadi disekitar
Seharusnya patut diperhatikan,
Karena aku sudah banyak yang membungkam untuk saat ini
Aku hanya bisa menuliskan saja,
Karena orang-orang yang membungkam itu takut akan perubahan,
Aku masih bertahan untuk diam
Namun aku tetap menuangkannya apa yang aku lihat disekitarku melalui tulisan,
Sebab jika aku terus diancam untuk bungkam
Mungkin saja aku akan terbunuh jika harus terburu-buru mengungkapkan situasi sosial yang tidak adil ini,
Aku masih terus melihatnya meskipun tirani itu kini semakin terang-terangan menunjukkan dirinya,
Rasanya memang tidak tahan ingin sekali aku teriakan ini semua,
Namun kekuatan masih belum cukup
Sehingga apa yang aku suarakan terkadang tidak ada yang ambil peduli
Untuk menuntaskan ketidakadilan sosial ini,
Bahkan aku terlalu sering ditertawakan
Karena mereka menganggap
Apa yang aku sampaikan tidak pernah membuat telinga mereka panas

Dan memang aku tidak bisa menyembunyikan emosionalku,
Sehingga aku bersuara sejadi-jadinya mengikuti emosi hatiku
Karena aku tidak bisa memainkan peranan yang aku anggap itu semua adalah pembohongan diri dan publik, Entah kenapa orang-orang itu sangat senang berperan seperti seorang aktor
Seolah mereka tidak melihat dan merasakannya,
Bila mereka seorang manusia seharusnya mereka bisa merasakannya
Apa yang terjadi dan memperjuangkannya bersama untuk membongkar tirani
Yang semakin menggurita dialam yang katanya demokrasi ini...!!!

Aku hanya bisa menuliskan apa yang telah aku lihat,
Aku belum mampu untuk bersuara dan berteriak seperti para aktor,
Aku hanya mampu berteriak sejadi-jadinya mengikuti apa yang dikatakan hati nurani ku ini!!!





Yogyakarta, Maret 2009

Hilang ditelan Bumi

Telah hilang sebuah cerita didalam kehidupan nyata, 
Karena kita tak mampu lagi bersuara 
Sang pejuang telah hilang ditelan bumi entah dimana kini keberadaannya, 
Aku tak pernah tahu lagi berada dimana kini dia..., 

Hanya ada sebuah kenangan yang mengarungi cerita hidupnya didalam perjuangan 
Namun terkadang itu semua dilupakan 
Oleh orang-orang yang telah merasakan nikmatnya hasil perjuangan bersama, 

Tak ada lagi cerita yang dibincangkan tentangnya, 
Tak ada lagi kenangan yang dikenang oleh-oleh teman-teman seperjuangan, 
Karena mereka telah melupakan seorang pelaku sejarah didalam menuju visi kita bersama. 
Layak kah kita menikmati semua ini? 
Tanpa mengingat para Pahlawan yang telah mengantarkan kita sampai dititik ini kenikmatan kita, 
Namun terkadang kita lupa dengan sejarah yang telah membawa kita sampai disini, 
Dan juga bahkan kita menjadi lupa 
Karena telah berada dan terbuai oleh kenikmatan sistem yang telah kita rasakan, 

Kita menjadi lupa bahwa ada sebagaian orang yang tanpa kita sadari bahwa kita melukai kehidupannya, 
Telah membunuh ruang geraknya dan telah membungkam suaranya, 
Yang ada hanyalah suara-suara kelompok 
Kita tanpa memikirikan sebagian masyarakat lainnya yang masih tertindas oleh sistem Tirani, 
Mungkin saja sistem itu kita yang buat sendiri, 
Karena terkadang kita terlalu egois meraih sebuah mimpi 
Tanpa memandang masyarakat lainnya 
Yang mungkin saja kehidupannya lebih mengenaskan dari kehidupan kita, 

Maka jangan salahkan sebagian masyarakat menjadi pemberontak diatas buminya sendiri, 
Diatas tanah airnya sendiri, 
Yang dimana tanah airnya tak pernah memberi sejengkal tanah untuk ditempati 
Dan setetes air untuk melepas dahaga yang penuh dengan kekeringan, 

Maka sebagian kehidupan kita adalah hidup yang penuh dengan tirani, 
Tak ada bedanya dengan negara yang menghancurkan sebagaian masyarakat 
Dan kita adalah penguasa baru bersekutu dengan pemerintah 
Untuk menghisap sebagian kehidupan masyarakat yang masih tertindas, 
Apakah kita orang yang tertindas atau orang-orang yang menindas sesama kita? 
Karena semua keadilan itu sebenarnya telah hilang ditelan bumi!!!



Yogyakarta, Maret 2009

Hanya Diam Seribu Bahasa

Akhir-akhir ini aku hanya bisa diam, 
Menyendiri dari dunia yang penuh dengan kekejaman, 
Aku hanya sedang lelah berjalan disatu sisi yang membuat aku terus terjatuh, 
Aku ingin menyendiri untuk merenung sejenak 
Namun aku masih belum tahu apa yang harus aku lakukan untuk kehidupanku kedepannya? 
Karena didalam dunia ini yang ada hanya saling menjatuhkan kehidupan orang lain 
Tidak ada toleransi didalam menghargai manusia untuk tetap bertahan untuk hidup. 
Karena aku hanya bisa diam, 
Tak bisa mendeteksi lagi kemampuanku sebagai seorang manusia yang diciptakan Tuhan begitu sempurna, 
Aku merasa sedang dibawah tanpa mempunyai kekuatan lagi untuk bertahan didalam kehidupan, 
Seperti kata pepatah " hidup segan matipun tak mau" dan aku sekarang hanya bisa Diam. 

Kepala dan hatiku seperti tak mampu merasakan lagi 
Damainya hidup didunia ini mungkin aku sudah terlalu lelah sehingga menjadi depresi untuk semuanya. 
Tak ada yang harus aku jalani untuk sekarang ini 
Sebab aku sedang terbungkam dan terdiam seribu bahasa, 
Namun hati dan pikiran ini tetap terus berjalan 
Dengan menuliskannya sebuah cerita, ide dan kisah ditempat dimana aku mampu untuk menulisnya. 
Hanya bisa diam semoga ini semua menjadi emas 
Diantara orang-orang yang berteriak tidak karuan, 
Karena sekarang aku memang sedang ingin diam untuk sementara waktu 
Yang tidak bisa aku tentukan sendiri, 
Hanya waktu yang mampu menjawab semuanya, 
Kapan diam keluar menjadi sebuah mimpi yang nyata dan indah....






Yogyakarta, Maret 2009

Tak Harus memilikinya…

Ketika rasa itu hadir dalam jiwa,
Tapi kenapa keterikatan membuatnya tak bisa untuk memiliki seutuhnya…,
Ketika jiwa sedang merana
Seuntai harapan yang tak mungkin disatukan.

Dengan hati yang lapang aku harus melupakan kenangannnya,
Karena memang cinta tak harus memilikinya.

Namun jiwa ini masih terasa hampa tanpa getarannya,
Namun getarannya terkadang membuatnya hanyut tanpa terkendali…,

Mengapa aku harus hidup didalam keterpaksaan, budaya, ekonomi dan sosial
Membuat aku menjadi orang yang tersingkirkan,
Karena meraka telah menciptakan untuk di hancurkan.

Mengapa tirani meraja rela diatas negeri tercinta ini?
Mengapa kemanusiaan kami kami tak pernah diakuinya?
Dan mengapa ketidakadilan terus terjadi?
Apakah karena semua digenggam oleh orang-orang yang Tamak dalam menjalankan negeri ini?

Tapi tetap aku tak akan pernah membuangnya perasaan ini,
Perasaan cinta terhadap semua manusia,
Akupun tak akan mau membiarkannya ketidakadilan terus terjadi,
Kami itu dilarang masuk kesalah satu tempat untuk mencari makan,
Karena mereka sering menuding kami sebagai pencuri,
Sahabat-sahabat kami tak pernah mendapatkan tempat dinegaranya,
Hanya karena dia bukan perempuan bukan juga laki-laki,
Bahkan diri kamipun selalu dicap sebagi penjahat hanya karena kami kecanduan narkoba,
Sampai diantara kami memperjuangkan hidupnya dipinggir jalan dengan penuh hinaan
Diantara manusia-manusia yang telah membedakan dirinya dengan kekayaan.

Dimanakah keadilan?,
Dimanakah Hati Nurani Kalian para pemimpin bangsa?

Janganlah kau terus mengorbankan kemanusiaan kami,
Dengan alasan-alasan yang terus kau buat untuk membenci kami.

Aku, tak akan pergi meninggalkan perjuangan ini!!!
Walau aku tak akan pernah memilikinya,

Tapi kebenaran yang ada dijalanku…




Yogyakarta Desember 2008

Aku Lelah (Berbicara Pada si Jabang Bayi)

Aku sedang merasa lelah...
Dunia terasa seperti telah menerjangku dengan badainya,
Aku ingin sekali istirahat panjang dan tertidur didalam pangkuannya.
Tuhan aku ingin pulang aku lelah mengahadapi ketidakadilan ini,
Peraturan - peraturan negeri ini yang membuat hidupku tidak nyaman.
Terpaksa harus kujalani meski perjuangan harus tetap berjalan untuk menghentikan ketidakadilan.

Dimana sebenarnya tempatku ini?
Aku ingin pulang dan keadilan harus ditegakkan oleh generasi berikutnya.
Karena si buah hati sebentar lagi akan menghirup alam yang penuh kejahatan ini,
Semoga dia tidak terbawa oleh arus gelombang yang menyerang.

Cahayanya dan harapanku harus kuserahkan semua kepadanya.
Karena perjuanganku akan menembus titik akhir kehidupan.
Kau harus mengerti alam raya ini semuanya adalah gelap.
Cahaya kecil adalah bagaimana kau bisa membesarkan cahayamu.
Menerangi semua umat manusia yang kegelapan dan semua dunia juga berharap kau bisa menerangi jalannya.
Kau sekarang ini memang masih nyaman berada didalam kandungan ibumu kau harus berterima kasih kepadanya karena kau telah dibuat nyaman dari segala serangan yang menyerang dirimu.
Karena lelah sekali mengahadapi orang-orang yang menjadikan kelemahan kita sebagai komoditas untuk diperjual belikan.
Namun kita tetap menjadi korban,
Kenapa kalian mencari kehidupan diatas kematian kami?
Apakah kau terlalu takut terhadap kami?
Atau kau terlalu bodoh mencari kehidupan sehingga harus membunuh orang?
Kau selalu menjilat-jilat tubuh kami apakah kau belum puas?,
Berapa ribu lagi korban yang harus kau bunuh?,
Tapi perlu kau ketahui bila kau berhadapan denganku berarti kau akan berhadapan dengan darah yang mengalir langsung tanpa pengetahuan  tak-tik peperangan karena memang aku tak pandai berperang.