Pages

Sastra Bebas Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Oktober 2013

Terlalu Dini Mengerti Arti Perjuangan....

Terlalu Dini Mengerti Arti Perjuangan Hidup Kita

Ketika Cinta, Kita lalui dengan Jarak yang sangat Jauh

Apakah kita akan Bertahan demi Cinta Kita???

Ketika Cinta Kita Terbentang Oleh Pulau-Pulau yang sangat Luas

Terhampar samudera Raya, APakah Kita Akan Tetap Memperjuangkannya???

Aku atau Kamu Yang terlalu Dini Mengerti Arti Perjuangan Cinta Kita???

Sebab Aku Sendiri Tidak Begitu Mengerti, Apa Yang  Telah Kita Perjuangkan Sebenarnya Untuk Hidup Kita???

Belum Ada, dan Ternyata Memang Belum Apa-apa aku memperjuangkanmu...

Tanahmu Yang Hitam Manis, menghanguskan hatiku untuk tetap bersama mu...

Tetapi Darahmu yang tetap Merah, dari situlah aku Yakin Akan Arti Perjuangan Cinta Kita

Aku Yakin Jika Kita Lalui Bersama Kita Akan Mengerti Arti Perjuangan Hidup Kita

Walau Kini Kita Terpisah Oleh Dua Ras, Oleh Jarak, Oleh Pulau-Pulau Yang Terbentang Luas Di Samudera

Kita Pasti Bisa Melewatinya dan Berakhir Bahagia.... Amin


Jakarta 06-10-2013

Senin, 12 Agustus 2013

Kecanduanku Akan Mawar Kotawaringin






Cintaku Adalah Kecanduanmu....

Ketika Ku Mulai Merasa Kosong dan Hampa

Aku Mulai Menikmati, Nikmatnya bercinta denganmu

Walau Hanya Dengan Bayangmu saja Yang Kupeluk

Walau Hanya Denga Wajahmu saja Yang Menjadi Mimpi-mimpi di balik kekosongan Jiwa Ini

Jiwa Yang Telah Kosong...

Mulai terisi Kembali, sebab Cinta datang bagaikan menjadi Candu dalam Hidupku

Engkau Mawar Merah dari Kota Waringin

Bukan Lagi Sebagai Bunga Bangkai, Melainkan Mawar Merah Yang Sedang Merekah

Menjadi Jiwa Yang Cerah  Saat Kau Hadir di Dalam Mimpi-mimpiku

Kini Engkau Adalah Menjadi Tujuan Hidupku...

Kini Engkau Menjadi Harapanku yang Telah lama Sirna

Aku Sendiri Pernah Ditikam Cinta....

Pernah Di Hempaskan Badai

Tetapi Aku Tak Mampu Berdiri

Namun Kini Aku hanya berharap meski engkau hanya sebuah bayangan yang maya

Tetap Menjadi Kenyataan untuk Hidupku....


Ambarawa, 12 Agustus 2013

Rabu, 05 Juni 2013

Aku Tidak Mengerti dan Mengerti


Aku tidak Tahu apa yang Terjadi
Sehingga Aku tidak Mengerti
Kini Aku Mengerti Bahwa Engkau Tidak Berbagi Yang Kau Alami
Maafkan Aku, Tidak Mampu Menjadi Yang Berarti
Sesungguhnya Aku Masih Menanti dan Mencintai

Ingin Aku Memelukmu Dalam Rasa Sakitmu
Tapi Aku tidak Mengerti Yang Engkau Alami

Engkau Diam Dalam Beban
Aku Menangis Engkau Berjalan Sendirian

AKu Hanyalah Ketidak Mengertian Tanpa Ada Yang AKu Tahu
KIni Aku Mengerti dan Tahu Bahwa Engkau Sakit Dalam Diam

AKu Menyesal Tidak Mampu membuat Engkau Bahagia
Aku Menyesal Mencoba tidak Mengerti Apa YAng Engkau Alami

AKu Masih Berharap Terhada Cinta Yang Ku Nanti
Setelah Semuanya Selesai Aku Percaya Engkau Mampu Berdiri Kembali

Maafkan Aku Yang Tidak Mengerti
Sesalku Tak Berarti
Karena AKu yang selalu di minta mengerti

Aku tidak Mengerti
Namun kini
AKu Mengerti...

Engkau Tettap Bintang Hidupku
Selamanya



Ambarawa

05 Juni 2013

Jalanku Sirine Ambulance

Hanyalah Sirine Ambulance Yang Masih Terdengar
Tak Ada Suara Manusia Dibalik Teleponnya
Tertumpah Ruah Semua Rasa Membentuk Air Mata
Lalu Dia Diam Terbawa Emosi Dua Manusia
Aku Hampa
Aku Kecewa
Tak Ada Berita
Tak Ada Lagi Suara

Disini Hanyalah Sepi
Walau Diantara Tiga Manusia
Dia Tak Pernah Mengerti
Tak Sadar Apa Yang Terjadi

Aku Tak Lagi Dianggap
Dunia Maya Orang Lain Yang Dia Tumpahkan Ceritanya
Aku Hanya Memperhatikan Dan Terdiam
Aku Sudah Tidak Mau Peduli Dengan Disini

Aku Hanya Fokus Pada Suara Sirine Ambulance
Yang Selalu Membuat Aku Terkejut Ketika Mendengar Di Jalan


Semarang, 12 Agustus 2012

Selasa, 16 April 2013

Malam Hujan...

Malam Hujan, Hampir Setiap Malam Hujan
Dingin Menyelimuti Malam-Malamku...
Darah Panas Menjadi Membeku

Panas Akan Gerakan Yang Tak Pernah Usai Dalam Hidupku
Membeku Karena Terbungkam Oleh Peraturan Negeri Sendiri

Malam Hujan...
Tidak Sederas Tadi, Kini Suara Rintiknya Merdu
Mengalunkan Melodi Suara Alam...

Antara Suara Kodok... dan Suara Rintik Hujan

Suara Kodok Yang Bersahutan Layaknya Suara Lantang Yang Tak Pernah Dibuktikan
Suara Rintik Hujan Yang Merdu, Bagaikan Sayatan Terhadap Kehidupan Ini...

Dimanakah Gerangan, Gerakan Yang Sebenarnya???
Gerakan Untuk Memulihkan Kehidupan Dalam Berbangsa???

Program-Program Atas Nama Rakyat, Terkikis Oleh Para Koruptor
Di Ambil Darah Kami, Oleh Para Penguasa Kehidupan Di Atas Bumi Pertiwi

Hujan Terus Mengguyur Meskipun Rintik Di Malam Yang Penuh Gelisah Ini


Ambarawa, 16 April 2013

Rabu, 12 September 2012

Sayang Berada Dalam Sangkar

Sayang Aku Berada di Dalam Sangkar

Diatur-atur bagai Ibu Rumah Tangga

Aku Laki-Laki Tapi Tak Berperan Sebagai Suami

Sayang Dia Mendominasi.

Aku Harus Pergi Sebenarnya Meningalkan Hidupmu

Engkau Telah Meremehkan dan Melecehkan Kehidupanku

Belajarlah Tentang Komitmen

Bukan Belajar Tentang Menuntut

Memberilah Dengan Kasih

Bukan Kau Hina Setelah Kau Beri

Sayang AKu Berada Di Sangakarmu




Ambarawa, 12 September 2012

Jumat, 10 Agustus 2012

4 Baris

Tempatku Bukan Di sini

Di sini Sepi....

Semarang, Aku Tak Bisa Berlari

Aku Disini Mati

Jumat, 29 Juni 2012

Air Hujan Dari Mata


Imajinasi terbang melayang tak tentu arah.

Cinta, cita dan harapanku seakan menjadi segumpalan awan putih.

Yang melayang lalu menghilang menjadi awan kelabu dan menghitam.

Hujan pun turun diantara indahnya mata mu.





Semarang,280612.21.30

Selasa, 05 Juni 2012

Setelah Hujan


Sepi itu merantai langkah ini, berulang kali aku mencoba berlari
tapi percuma. ia menusuk ulu hati, hingga aku terkapar tak berdaya
aku jatuh


Di, Malam ini aku bercerita pada seorang tak bersuara. aku tumpahkan segala keluh ini. cerita-cerita klasik yang tak menarik tentu saja. dua jam berlalu, hanya kerutan di dahi saja yang kulihat darinya. mungkin tak mengerti dengan semua maksudku. mungkin begitu, tak semua orang bisa mengerti dengan cerita ini. terlalu rumit untuk aku jelaskan.

Sementara hujan turun lagi. tak lagi kudapat sentuhan manis bibirmu.
aku resah meratapi rintik hujan yang berubah menjadi luka
seketika hening menyiksaku

aku terus bercerita, dan ia terus terdiam. lipatan kulit di dahinya semakin berkerut. aku tak peduli, aku terus bercerita menumpahkan segala keluh ini. berharap bisa sedikit mencairkan beku yang lama bersemayam di hati.aku pikir wajar. cerita-cerita klasik itu hanya soal perjalanan panjang yang melelahkan. memabukan diri dan gusar karena dendam yang muncul setelah cerita itu karam masih tertinggal dalam benak. berusaha membunuhnya, tapi tak pernah berhasil dilakukan.yang terjadi hanyalah pergulatan sengit antara nurani dan masa lalu. bertarung hampir di tiap detik. nurani yang terjepit, sementara dendam masa lalu bergemuruh kencang.

hujan menyisakan luka
barangkali sebait romansa telah karam diterjang badai
tak ada yang tersisa; tentu saja!


aku sudah muak dengan semua itu. bahwa; satu-satunya yang tak bisa kulakukan hingga tadi pagi adalah membunuh masa lalu. tapi, bukankah  setiap orang pernah melakukan kesalahan di masa lalunya? pun demikian dengan diriku. aku pernah terperosok dalam lubang hitam. kesalahan fatal yang tak bisa termaafkan tentu saja.

Dengan apa aku menebus semua salahku? buaknkah tak semua mengerti dengan ceritaku. pun lelaki tua yang mendengar ceritaku.hanya asap rokok yang keluar dari mulutnya. tak ada suara, cerita-ceritaku sama sekali tak terdengar. aku tak bisa lagi bercerita. suaraku hilang, tak ada nada yang tercipta dari mulutku.

aku meratapi hujan

biarlah, aku sendiri yang merasakan sakit atas luka ini. sedikit pun aku tak meminta kau untuk mengerti dengan keadaan ini. biarlah, hujan tak lagi mesra. senandungnya berganti lirih. aku tertatih mengejar asa yang tertinggal.

hanya sepi. ia terus membayang di setiap langkah. aku berusaha menghindar, tapi nihil. ia menusuk sendiku, meranggas dendrit-dendrit otakku. sekeras apa pun aku berusaha menghindar, ia tetap merantai langkah ini.hingga akhirnya aku tersungkur. terkapar oleh luka paling liar.


Ah Di, aku tak tahu bagaimana cara mengungkap semua ini
biarlah semua menjadi rahasia
usah kau peduli dengan diriku
berjalanlah terus, gapai semua angan

Sampai kapan aku terdiam begini, luka itu semakin menyayat saat aku terdiam sepi. semua cerita-cerita tergambar jelas di pelupuk mata. ada mimpi-mimpi yang diinginkan mewujud menjadi nyata.

tapi, mungkinkah terwujud? sementara perih masih mengintai setiap langkah ini?

setelah hujan berlalu
aku mendamba pelangi datang menjemput
mengobati segala perih yang ada
meski tak akan pulih dalam sekejap
tentu saja

Aku terus berjalan bersama luka ini. meski tertatih aku  terus melangkah. Ada sebait luka yang menemani. hinggap begitu saja. namun tak lama. bait-bait romansa yang lain membayang dipelupuk mata. satu-persatu. memutar semua ingatan. antara duka dan ceria, manis, semua tergambar begitu jelas.

aku akan terus berjalan, membawa mimpi-mimpi yang akan aku jadikan nyata. perih ini mungkin akan terus mengintai, sekuat tenaga aku akan etrus menghindar. jika pada akhirnay aku mati terkapar, tak apa. biarlah hujan terus menusuk setiap luka, tapi pelangi akan datang setelah hujan reda.

aku terus berjalan menghadapi segala rintang yang ada
menggenggam mimpi-mimpi yang akan aku wujudkan menjadi nyata
berjalan terus, meski tertatih


Created By : Insan Kamil

Selasa, 22 Mei 2012

Tinggi Di atas Kegelapan

Saat ini aku sedang tinggi didalam kegelapan, 
Disetiap ruang yang aku lihat dan aku rasakan semuanya gelap 
Dan jauh sangat tinggi seperti sudah tak pernah bisa turun lagi 
Aku terbang melayang diatas ketinggian bersama peri-peri tanpa cahaya 
Semua mengelilingi disekitar kepalaku sampai-sampai mereka megeluarkan irama-irama berkabung. 

Semua yang di maksud dari semua ini adalah ketika kekuasaan yang telah menang 
Namun kondisi dan situasi dibawah kekuasaan kita 
Adalah kekerasan, kelaparan, kemiskinan secara horisontal terjadi dimana-mana 
Sebab Sang Penguasa sedang berada diatas ketinggian yang sangat gelap.

Penguasa yang tidak bisa dijatuhkan karena penguasa-penguasa ini sedang menikmati 
Melayang-layang diruang yang penuh dengan kegelapan negeri ini 

Sang penguasa terus membantai secara sistematis 
Rakyat adalah yang tuan rumah di atas tanah lahirnya

Sejengkal demi sejengkal kegelapan terus merampas 
Tanah kering 
Rakyat berpeluh dan bercampur dengan darah perjuangan,

Namun semua segala kenangan maupun sejarah 
Kini menjadi tembok pembatas isolasi untuk tanah-tanah kita dan semakin menjadi sangat sesak dan sempit, 

Tak ada lagi udara langit yang biru, 
Yang ada hanyalah awan kegelapan 

Yang selalu menyelimuti ruang hidup kita sebagai pemilik hak atas tanah yang mereka rampas.






Yogyakarta, April 2009

Anak Kegelapan

Ditanah airku yang tercinta situasi kini kian merajalela,
Seorang anak hidup didalam kegelapan hanya karena sebuah impiannya tidak tercapai,
Penodongan, Perampokan bahkan Pemerkosaan dia lakukan hanya untuk melampiaskan dendam
Terhadap ketidakadilan dinegeri ini,

Anak kegelapan berjalan untuk mencapai kehidupannya
Sebab tanpa melakukan itu semua kegelapan maupun penerangan
Tak akan pernah dirasakan oleh anak-anak kita yang terjebak didalam kegelapan kehidupannya.

Wahai para penguasa mimpi jangan lagi kau rebut alam khayal anak-anak kita
Biarlah sang cahaya menerangi jalannya agar tak ada lagi anak-anak kita yang terjebak didalam kegelapan.

Bangsa ini sudah terlalu gelap untuk dilalui oleh manusia-manusia yang baru lahir ditanah airnya
Maka kita sebagai anak kegelapan mencoba meraih kembali cahaya mimpi
Yang telah dirampas oleh para penguasa diatas tanah ini.

Tak ada lagi kata diam,
Tak ada lagi manusia merasakan yang sama diruang gelap yang penuh dengan tirani,

Mari kita semua bergerak menuju cahaya yang dapat membongkar kegelapan tirani
Negeri yang kini tak punya harapan dan mimpi indah,

Tanah kita kini telah menjadi batu gedung yang penuh dengan kesibukan,
Air kita kini telah kering kerontang menjadi pendingin ruangan
Yang menghancurkan hijaunya daun dihutan rimba.
Hutan rimba kini telah menjadi jalanan untuk menuju kemusnahan bumi kita,
Tak ada lagi udara segar untuk kita hirup tak ada lagi bayi yang baru dilahirkan bisa bernafas dengan lega, Bahkan langit kita tak lagi biru yang ada hanyalah awan kegelapan
Yang sebentar lagi hujan ledakkan meriam yang meluluh lantakkan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Alam sosial kita kini
Yang ada hanyalah terlihat kekejaman
Manusia satu dengan lainnya saling menghantam,
Itu semua hanya memperjuangkan untuk kehidupannya sendiri.

Tak bisakah kita merubah ruang gelap ini menjadi alam yang penuh dengan kesegaran bernafas,
Saling merdeka tanpa memperebutkan kehidupannya?
Karena kita semua hanya bisa berharap
Kepada anak-anak kita yang terlahir dialam kegelapan untuk merubahnya!!!



Yogyakarta Maret 2009

Lihatlah…!!


Lihat gelombang itu sudah mulai membesar dan sebentar lagi dia akan menghajar karang.
Tapi lihat karang tidak hancur meski ombak itu terus menyerangnya.
Maka kita harus kuat melawan segala bentuk tirani yang menguasai negeri kita ini.
Semua menjadi langka, Hidup kita semakin susah.
Karena kerakusan menguasai individu para penguasa.
Dan kita telah salah memilih wakil bangsa ini.
Karena ternyata kita telah diperas, diperdaya tanpa ampun
 Dan sampai akhirnya kita mati perlahan oleh ketidakadilan yang menyerang kemanusiaan.
Dunia semakin keji karena kegelapan terus menjajah derajat kemanusiaan kita.
Dan jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban berikutnya,
Karena kita tahu bahwa itu tidak abadi.
Lihatlah lagi apa yang telah terjadi dihadapan kita…?
Musuh kita adalah para penguasa yang berlindung dibalik partai dan agama.
Kemanusiaan kita diganggu tanpa alasan yang jelas
Karena yang kutahu dia akan membunuh kita tanpa ada darah tersisa ditubuh kita.

Liihat lagi dan Pastikan apakah semua itu yang menjadi musuh kita…?




Yogyakarta, Desember 2008

Menggerutu Pada Nenek Tua


Semua menghilang, 
Kemiskinan menjerat kehidupanku, 
Tanahku telah hilang. 
Aku menjadi budak dimana mereka dapat uang dari kesusahan dan kesakitanku. 

Mereka akan bilang kepada orang asing agar aku dibantu, memang bantuan itu ada tapi aku diperbudak untuk mendapatkan hakku. 
Kenapa kau tega nenek tua melakukan ini semua kepada kami? 
Apa yang kau cari sebenarnya dari kehidupan kami? 
Bukannya kau juga sudah akan menghadap sang Esa? 
Aku memang tak berdaya, karena kebodohanku sehingga aku tak pernah mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hakku. 
Aku menjadi bodoh karena dibuat oleh kau, 
untuk tidak mendapatkan pendidikan yang tepat untukku. 

Kau mendidikku dengan kecurangan, 
menindas kelemahan orang dan menyalahkan ke tidak berdayaan orang. 

Maafkan aku bila nanti aku juga akan menjadi penjahat diatas tanahku sendiri.
 
Karena semua inilah ilmu yang aku dapatkan darimu nenek tua…

Matahariku



Kugapai matahariku dengan peluh darahku…
Tak terasa semuanya tercapai seperti apa yang telah kita cita-citakan…
Maka kini aku bisa tidur disampingmu bersama mimpiku

Jangan lagi kau bangunkan aku…
Jangan lagi kau menjadi mimpi burukku…

Aku tak mau terus bertikai denganmu, karena aku tahu yang ingin kau raih adalah kekuasaan
Aku hanya ingin hidup damai dan berdampingan denganmu

Dan aku tak ingin kau melukai hatiku lagi, karena aku sudah lelah menghadapinya
Maka kuajak kau untuk bergandengan tangan denganku 
Dan seharusnya kita semua mengerti 
Bahwa perbedaan itu sangat indah seperti lukisan yang menggunakan bermacam-macam warna.

Karena ini hidupku yang tak boleh kau singkirkan 
Karena akupun tak pernah ada niat untuk membunuh kemerdekaanmu!!!

Renungan Amarah

Bangsat…semua yang telah aku tuliskan hilang begitu saja…,
Terhapus fakta yang disabotase diluar kendaliku sebagai manusia.

Dasar pengkhianat kau tak sadar bahwa yang dilakukannya adalah menindas dirimu sendiri…
kita seharusnya sadar..
Yang diinginkan penindas adalah membuat kita saling berperang
Dan kita di buat terjebak oleh sistem.

Yang membuat aku harus merenung sejenak…
Apa yang sedang aku perbuat?
Apa yang sedang kau perbuat?
Apakah semua ini akan berakhir menjadi sebuah cita-cita yang indah?

Aku lelah…, kekuatanku sebagai seorang manusia terasa hilang diatas awan gelap.
Dimanakah matahariku…, berikanlah aku cahaya hangatmu, agar aku tak gontai berjalan di dinginnya kegelapan lorong hitam.

Apakah benar aku berada dilorong kegelapan?
Tidak!!!

Kita terjebak untuk dihancurkan oleh penindas yang tertawa melihat kemenangannya....



Yogyakarta Desember 2008

Senin, 21 Mei 2012

Dimana kah Ibuku ?


Di manakah ibuku?
Ayahku hanya seungkap janji
Aku berlari dan terus berlari
Aku tak mau dengan kenyataannya

Aku pun berontak dan marah
Bukan berontak dan marah
Kepada Ibu Pertiwi

Aku muak dengan system penguasa
Kemiskinan, kebodohan, dan penyakitan
Menjerat keluargaku
Menjerat masyarakat kota ku

Aku hancur di negeri sendiri
Aku berlari di tanah kelahiranku
Mencari tempat yang adil
Mencari kesejahteraan

Kini aku tak mau hidup dalam system Negara seperti ini
Aku hanya ingin kebebasan yang adil.








Yogyakarta, 2012 di dalam penjara.





Ini Belum Seberapa

Aku terbiasa di tikam pengkhianatan dan kemunafikan
Aku tak pernah mau mengemis keadilan
Karena teman di sini adalah aturan

Aku hanya akan mengubah
Negeri tirani menjadi tanah perdamaian

Tak ada penindas dan yang tertindas
Tak ada yang sakit dan kelaparan
Karena kepintaran seharusnya menjadikan kebijaksanaan

Tak ada aturan dan perjanjian
Tak ada teman, tak ada pengkhianatan dan tak ada kemunafikan
Sebab yang ada adalah persasudaraan dan kejujuran.

Aku tak takut di tikam kematian
Karena aku sudah terbiasa mati dalam peraturan
Di atas sistem yang memenjarakan
Di atas perintah yang membunuh satu persatu saudaraku

Kematian dalam perlawanan adalah pejuang
Pemenjaraan dalam pemberontakan adalah kadamaian
Karena cita-cita pasti menang!!!









Yogyakarta, 2012 di dalam penjara



Aku Sedang Letih

Aku sedang letih dalam kehidupan ini
Laksana tanah kering dan tandus menanti air kehidupan…

Aku butuh sebuah pundak penopang
Di saat sekarang aku sedang tertatih berjalan

Di manakah aku temukan tempat istirahat?
Di jalan-jalan hanyalah pamrih dan pengkhianatan…

Di manakah rumah berbagi beban?
Sebab rumah-rumah hanyalah tempat penjualan…

Aku duduk diam di persimpangan kehidupan
Berdoa dan berharap keajaiban merubah pemenjaraan

Namun Tuhan terasa asing menyambutku
Sehingga aku bukanlah menjadi prioritasnya

Jiwaku sepi dan sedih
Sebab tak ada satupun yang mencerahkan
27 tahun menjalani kehidupan
Ruang hidupku hanyalah menjadi berwarna merah dan hitam

Sampai kapankah semua ini akan berakhir?
Atau tak pernah berhentikan nafas ini?
Aku lelah Tuhan, banyak kecewa yang aku dapatkan
Aku hanya ingin damai, bahagia dan dalam kebenaran

Aku lapar… Aku haus… Aku tak di terima, aku tak diberi ruang untuk bekerja, aku selalu di musuhi dan di benci
Sehingga jiwa ku kering kerontang akan kebersamaan
Tulang-tulang ku tak mampu lagi menopang raga dan jiwa
Sebab kesetiaan lah yang menopang…





Yogyakarta, 27/01/2012




Jangan Hanya Diam !

 Rakyat di Paksa Hanya Untuk Diam
Tetapi Jiwa Ingin Berontak
Karena Sistem Membunuh Hak Perlawanan

Darah Yang Tak Lagi Merah Kini Hitam Pekat
Karena Tak Bisa Melawan
Dan Hanya Bisa Diam

Terkekang Dan Terus Terkekang
Dalam Penjara Kehidupan

Hentikan… Hapuskan…
Peraturan Yang Membunuh Kemanusiaan
Hentikan… Hancurkan…
Sistem Yang Memenjarakan Keadilan

Jangan Hanya Diam
Kita Harus Melawan
Jangan Hanya Diam
Keadilan, Pasti Kita Dapatkan

Berjuang Melawan
Bersatu Dalam Gerakan Perlawanan







Yogyakarta, 2012












Rabu, 02 Mei 2012

“ IBU “









Ibu adalah simbol kemanusiaan
Malaikat murah hati yang sesungguhnya
Yang memberikan sinar bimbingan bagiku
Tak ada yang dapat menggantikan Ibu

Cinta kasi dan cinta bakti
Yang sudah Ibu berikan akan di kenang sepanjang masa
Tanpa henti-henti nya dan tanpa mengenal lelah
Engkau berkarya demi kemanusiaan

Ibu, benih-benih yang telah engkau tabur,
Akan tumbuh subur di hatiku
Ibu, cintamu melampaui batas,
Betapa dahsyat kekuatan cintamu

Ibu, engkaulah setetes pelepas dahaga di lautan penderitaanku
Saatnya telah tiba bagiku, untuk menunjukkan rasa kasih saying, terima kasih dan penghormatan
Kepada Ibu















Yogyakarta, 29/01/2012