Pages

Sastra Bebas Headline Animator

Rabu, 11 April 2012

Kemiskinan dan Kegelapan

Kemiskinanku Membuat Mata Hati ku Menjadi Gelap
Semuanya tak bisa lagi dilihat
Siapa lagi yang harus ditikam dan direbut kesejahteraan
Walau terkadang orang-orang yang kita kenal menjadi korban kemiskinan...
Demi bertahan hidup diatas sebuah negara yang kaya raya mencari nafkah dengan segala resikonya, entah itu penjara, amukan massa, ataupun putusnya tali perteman kita.
Sebab perteman tidak mengenal miskin dan kaya
Namun yang terjadi kekayaan tetap saja menindas
Melecehkan orang-orang yang tak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencapai kesejahteraan
Tapi apa daya teriakan ingin bertahan hidup lebih kuat dibanding kekuatan tali pertemanan kita,
Sebab makan adalah kehidupan agar tetap bisa bernafas di gelapnya dunia yang aku jalani sekarang, Kegelapan sistem yang memiskinkan sebagian rakyat membuat kaum miskin berontak dengan caranya masing-masing, namun tetap saja minta-minta bukanlah yang lebih baik dari pada melakukan kriminalitas kepada siapapun dengan tanpa pandang bulu, kekejaman profesional kriminalitas lebih berharga dari pada melakukan kegiatan meminta-minta dipinggir jalan, tapi menurutku terserah apapun yang dilakukan oleh kaum miskin aku tidak peduli terserah caranya masing-masing untuk bertahan hidup, karena yang aku tahu aku sedang memikirkan bagaimana besok aku dan keluargaku bisa makan agar tetap bisa menikmati hidup, pendidikan, kesehatan maupun tempat untuk kami merebahkan diri ini?

Masih berapa abad lamanya lagi kegelapan menghantui kaum miskin negeri ini, ketidakadilan yang tak berhenti melingkarinya, yang kaya tetap akan terus menjadi kaya raya yang miskin akankah tetap miskin? Miskin harta dan jiwa sehingga kegelapan semakin menjadi Tirani melalui sistem yang dibuatnya para penguasa terus mengorbankan rakyatnya sendiri, hukum yang belum berpihak, kesehatan yang menjadi komoditas, pendidikan menjadi barang yang sangat mahal,
Lalu? pantaskah semua orang mempunyai mimpi dan cita-cita? Tak tahu lah, jika semuanya seperti ini itu adalah uang dan uang, kita tetap tak bisa bermimpi mempunyai teman yang baik, tak bisa bercita-cita menjadi seperti yang kita inginkan, tak bisa mengontrol agar tak melanggar hukum dan yang terjadi tetaplah kita berada dilingkaran kegelapan yang kita sendiri tak tahu berapa lama lagi Cahaya Keadilan dan Kesejahteraan dialami oleh garis keturunan kita nanti, dan kita juga tak bisa diam, tak lagi harus bertengkar diantara suami yang tak mampu kasih uang kepada istrinya untuk dapur mengebul , dan seorang istri masih harus menunda mimpi dan harapanya untuk tampil cantik karena Make Up dihadapan suami tercintanya.
Karena saat sekarang turun ke Jalan untuk meneriakan ketidakadilan ini, untuk merebut hak-hak yang telah dirampas karena tak seharusnya kita menjadi miskin, tak seharusnya kita tak bisa makan, tak seharusnya kita tak bisa sekolah, juga tak seharusnya kita tak bisa berobat ke rumah sakit.

Kita seharusnya bisa dan mendapatkan semua itu, kita semua bisa kembali bermimpi, bercita-cita, memakan masakan istri kita yang kita makan bersama anak-anak kita dan Setiap Wanita bisa tampil cantik untuk suami-suaminya, dan Juga tak ada lagi pengkhianatan pertemanan.
Itulah diantaranya yang harus kita rebut kembali sebab masih banyak seharus yang menjadi hak kita, jika negeri ini mencintai keadilan dan kesejahteraan rakyatnya mungkin kita tak akan berteriak dimana-mana dan tak juga turun kejalan hanya untuk menunjukkan bahwa kita kecewa kepadanya, Namun disini dinegeri ini kita harus merebutnya kembali.
Janganlah Diam saatnya kita satukan suara, satukan tujuan agar mimpi dan cita-cita kita bisa kita rebut kembali, karena kita juga tidak ingin terus-menerus melakukan kegiatan meminta-minta dipinggir jalan dan lampu merah jalan, juga tidak ingin kriminalitas menjadi cara-cara kita untuk bertahan hidup sebab kami juga mencintai manusia lainnya, jangan lagi ajarkan kami untuk merampas hak orang lain sebab penguasa dan kaum miskin sama-sama miskin, sama-sama melakukan kegiatan meminta-minta dan kriminalitas, kami miskin harta namun penguasa miskin jiwa, pelaku kriminal berdasi secara sistematis dan melindungi dirinya dari hukum karena mereka berkuasa, kita hanyalah pelaku kriminal jalanan yang tak lepas dari segala ancaman hukum.
Inilah Kegelapan dan Kemiskinan ada dimana-mana bahkan menjadi lingkaran yang gelap!!!
Kita Tunggu Perubahan untuk lepas dari lingkaran Setan ini, hanya satu yaitu melalui perlawanan membongkar tirani para penguasa negeri ini....

13 Tahun

13 Tahun telah terpisah oleh rahim yang mengeluarkan jiwaku

27 Tahun kini telah ku lewati sendiri tanpa bimbingan kasihnya

3 Hari air mata yang memisahkan menjadi mata air kerinduannya

Kebencian pernah menjadi batu dalam hatiku

Kehidupan mengajarkan aku memaafkan
Kehidupan dan air mataku juga mengikiskan batu dalam hatiku
Jiwa yang pernah Gelap mencari-cari tempat pangkuannya
Kini telah lenyap oleh Air mata 3 hari

Aku kini akan terbang oleh doa restunya
Tak ada lagi Batu besar yang menghalangi
Kedewasaan mengajarkan seorang Rahim yang mengeluarkan aku untuk Berkata "Maafkan Ibu Nak"
Tak pantas rasanya jika air susu yang pernah aku terima
Tak pantas rasanya jika 9 bulan aku dipertahankan di Rahimnya
Tak pantas rasanya 13 tahun pernah menjadikan aku dengan kasih nya
Tak pantas engkau meminta maaf

Maka Tak Pantas Aku Tak Lagi Aku Menyimpan Batu Kebencian
13 Tahun...
Kita Telah Terpisah
Kini Kita Telah Saling Mengeluarkan Air Mata Cinta Keluarga
Namun Dimanakah Laki-Laki Yang Membuat Aku Ada di Kandunganmu?



Semarang 11042012

Minggu, 01 April 2012

Doa Ku

Tuhan...
Aku Mohon Biarkan Aku Bertemu Dengannya Di Jakarta Nanti,
Dan Aku Mengaku Kepada Mu
Aku Telah Melakukan Kesalahan (*******)
Aku Berjanji
Mulai Saat Ini Tidak Akan Melakukan Lagi Perbuatan
Yang Bisa Saja Membuat Rencanaku Untuk Bertemu Gagal,
Bukan Hanya Gagal
Tapi Pasti Aku Akan Mengecewekan Engkau Ya Tuhan
Juga Mereka (Keluargaku) dan Orang Yang Aku Kasihi dan Sayangi
Aku Serahkan Segala Rencanaku Kepada Mu Ya Tuhan
Dan Aku Percaya Engkau Bekerja Yang Terbaik Bagiku
Didalam Nama Tuhan Jesus Aku Berdoa dan Kupercayakan Kepadamu.
Amin...

Semarang 02/04/2012

Jumat, 30 Maret 2012

"PaGi Untuk Tanah RencongKu"

Di Pagi Yang Sejuk Setelah Semalam Suntuk
Hanya Berteman Dengan Nyamuk
 Membuat Aku Mimpi Buruk
 Dan Aku terpuruk karena pikiran belum juga mengantuk
Aku Lelah dengan Malam Ini
Sebab Malam ini Adalah Malam Yang Penuh Dengan Penghakiman Diri... Akankah Tidur Di saat Matahari mulai Terang?
Akankah Binasa Di saat Jiwa Tak Tenang?
Dimanakah Hari Yang Menjadi Tempat Untuk Istirahat
Dimanakah Damai Sejahtera Ketika Bunga Sumatera di Kuasai Oleh Kapitalis?
Haruskah Ganja Dijadikan Obat Medis?
Bukankah Seharusnya Ganja DiJadikan Obat Sejahtera bagi Rakyat Rencong?
Bumi Pertiwi Yang Tandus...
Daun Hijau Yang Di Bumi Hanguskan
Dan Pagi pun Menjadi Panas
Sebab Tanah Ganja Dijadikan Tambang Gas Bumi
Tanah Rencong Tak Lagi Menggonggong
Apalagi menggigit
Ketika Tanah Suburnya
Diperebutkan oleh Pengusaha Kapitalis dan Penguasa yang cemburu






Semarang 31/03/12 : 06.37 WIB

Malam yang Temaram


Malam yang temaram
Jiwa sunyi dan terdiam
Tak mengerti apa yang di idamkan
Sebab mimpi-mimpi tak tentu pijakannya
Salah langkahkah kaki bergerak
Sebab tak terdengar jantung berdetak
Terhimpitkah hidup oleh ketiak
Sebab yang terdengar hanya berteriak

Malam yang temaram Bulanmu pun tak terang
Mendungkah menutup cahayamu Atau Polusi Pabrik yang membuat engkau tak bersinar
Malam yang temaram
Kita berdua hanya terdiam...




Semalam di Semarang Akhir Maret 2011

Kamis, 29 Maret 2012

Pagi YAng Berlalu...

Terlalu cepat pagi ini berlalu... Semua rasa tidak seimbang, melihat kehidupan rakyat yang mulai keras NAmun apakah negara akan tinggal diam? Dan apakah akan tetap menaikan jumlah rakyat yang miskin... Kita lihat saja apa yang terjadi, Pagi pun berlalu suasan diperjalanan terasa tegang, disetiap trotoar ada manusia lain yang meneriakan anti kenaikan BBM Mengapa negara yang begitu banyak hasil buminya ikut pula dikendalikan harga minyaknya. Kini BBM lebih mahal daripada harga Emas, Mungkin nanti air dan nasi menjadi lebih mahal juga, sehingga rakyat kekurangan gizi

Sabtu, 24 Maret 2012

Bunga Bakung

Aku sudah terbangun, seperti hari kemarin yang berlalu
Terkurung dalam Mimpi buruk yang panjang
Ketika sadar aku bingung berada dimana?

Kemanakah harus memulai kehidupan?
Malaikat di Jiwaku pun ikut Terbelenggu
Aku Seperti Mati dalam Hidup

Bunga Bakung Yang Hijau
Engkaupun Terkurung Oleh Semerbakmu
Akupun Terseret Akibat Mencintai Tuhan

Sang Pencipta, Mengapa Bunga Bakung Begitu Berbahaya
Bagi Manusia Yang Menikmati Keindahannya
Namun Penguasa Melarangnya
Irikah Mereka?
Atau Serakahkah Mereka?

Hingga Tak Pantas Anakmu Menikmati Keindahan Bunga Bakung

Di Dalam Sempit

Di Dalam Sempit, Aku Terus Termenung
Melihat Sekitar Yang Terkurung
8 Meter kali 5 Meter, Terisi 50 Orang Seperti di Paksa di Tampung
Cebongan Langkah Kedua Yang Tertawan.

Tidur Pun Saling Mengerti
25 Orang Tidur 25 Orang Berjaga
Menjelang Shubuh, Kami Pun Diberi Istirahat
Ruang Yang Sempit Didalam Pikiran Yang Sempit

Menanti Sebuah Fakta
Didalam Nyata yang Tak Pernah di Anggap Nyata
Menolak Terkurung
Sebab Uang Banyak Memeras Kaum Kami

Ditinggikan Kastanya diantara Kejahatan
Di singkirkan Fasilitasnya Diantara Kebanggaan
Semua Terkurung Dalam Sempit

Pikiran Yang Sempit
Jiwa Sempit
Hukum Yang Sempit
Ruangan Yang Sempit
Mimpi Yang Sempit

Senin, 19 Maret 2012

Tak Tentu Arah

DimanaKah Jalannya?
APakah Kamu Terang itu?
APakah Kamu Yang Telah Menebusnya?
Tapi Mengapa Jalanku Banyak Kerikil Tajam Ketika Aku Mengenalmu?
Kenapa Aku seperti Orang Tersesat Disaat aku Percaya Kamu.
Engkau Kah Para Maha Itu...
Dimana Malaikatmu Bukan Lucifer Yang Selalu Menggodaku

Namun Kini aku Tahu Disaat Aku Tak Tentu Arah
EngkauLah Tempat Damai Itu
Disaat Aku Ingin Dimenangkan Engkaupun Bertindak
Disaat Aku Sekarang ini Semua adalah RencanaMu

Tak Ada Yang TAk Tentu ARah
Hanya Jalan Kepadamu AKu Dengan Cara Yang Berbeda

SEmarang 15 MAret 2012

Kamis, 15 Maret 2012

Kematianku

Aku akan hilang bersama bayang-bayang...

Tuhan dengan malaikatnya hanya melihay aku berjalan tertatih dan sendirian diantara kegelapan kehidupan, kehidupan yang menghancurkan dan merampas semua kebahagiaan dan kebersamaanku dengannya...

Mimpi-mimpi tak akan lagi pernah tergapai... sebab kehidupanku tertutup oleh keterasingan dan ketersingkiran...

kesendirian dan keterasinganku akan menjadikan aku apa? tak pernah mampu menjadikan aku apa-apa selain melihat kematianku sendiri dan aku merasakan ketakutan diri ini...

Dan menunggu kematian datang, sebab jalan ini sudah terasa berat dan sangat jauh jika kembali masa yang terang...

Tak mungkin lagi aku mendapatkan kehidupan damai... sebab semua penyakit telah menyerang seluruh tubuh ini menjadi habis...

Orang-orang membuat aku menjadi terasingkan oleh dunia dimana tempat aku dilahirkan, hanya kebencian terhadap semuanya yang ada padaku...

hanya kemarahan yang ada setiap melihat orang-orang yang katanya akan peduli terhadap kegelapanku... Namun semua itu hanya kata-kata yang lahir dari ambisi orang-orang berjiwa penjajah...

Maka kami, aku hanya memiliki harapan lebih baik mati dari pada hidup diantara tirani yang tak bisa berubah dan tak mampu kutumbangkan dengan sendiri...

Hidupku kini menjadi sesak...
terhimpit oleh kelamnya harapan yang dirampas

Kini tangisku tak lagi mengeluarkan air mata, air mata ku menjadi kering membeku, suara pun tak mampu kukeluarkan, kecuali hanya keluar melalui tulisan-tulisan yang ada...

Hidup yang memiskinkan...
hanya memerdekan diri atau kematian yang menjadi harapan kehidupan...

Senin, 18 Juli 2011

Kalau Aku Boleh Mengeluh...

Aku sedang susah..., Kalo aku boleh mengeluh...
Ya.. aku sedang susah...
Kau Tahu lah kawan...
Disaat ingin berbuat baik, situasi tak semakin baik
Aku sedang susah...Kalo aku boleh mengeluh...

Engkau tahu isi hatiku, semuanya sudah aku katakan, aku hanya butuh jawaban, beri keajaiban atau tidak itu saja...

Kau tahu aku bicara pada siapa? pada pencipta segala zat yang ada dialam raya dan kehidupan ini, aku bukan bicara dengan batu...

Kalau aku boleh menegluh... dan kalau aku boleh menuntut... mengapa aku terlahir untuk hidup? untuk apa aku diciptakan? jika yang terjadi hanya kehancuran diri dan dihakimi makhluk sosial lainnya...

Tak ada maafkah bagi masa lalu? jika tak mampu mengganti harus bagaimana lagi? jika hidup ini mampu membayarnya aku serahkan kehidupanku untuk kematianku... bukan kehidupanku harus mengikuti perintahmu, bukan kehidupanku harus menjadi budakkmu, tapi kehidupanku sebagai perlawananku walau terlunasi dengan darah segar, yang membawa nyawa pergi dari jasadnya...

Kalau aku boleh mengeluh... Untuk apa kita punya pemerintah jika hidup terus-terusan terus susah...

Kalau aku boleh mengeluh... Untuk apa kita punya pemerintah jika hidup terus dikondisikan menjadi miskin..., miskin harta... miskin kedamaian... miskin kebenaran dan kejujuran...

Kalau aku boleh mengeluh... untuk apa hidup jika dibuat tak hidup...
Kalau aku boleh mengeluh... untuk apa ada manusia, jika tercipta untuk saling membunuh...

Jika aku boleh mengeluh... untuk apa orang-orang mencari uang bukan mencari makan?? padahal uang hanya diciptakan oleh manusia jahat untuk saling diperebutkan dengan cara apapun... sedangkan makanan di ciptakan Tuhan untuk dicari dan dimanfaatkannya bagi kehidupan kemanusiaan, benarkah?? tak tahu lah tanya pada diri anda sendiri...

Jika aku boleh mengeluh... aku cape mengeluh terus... sebab aku ingin diam... sebab diam aku telah dibungkam... sebab bungkam aku telah dibunuh hak bersuaraku... oleh siapa? oleh orang-orang yang telah mengkondisikan, oleh orang-orang yang memegang kekuasaan, siapa mereka? Mereka yang kalian tahu...

Kalau aku boleh mengeluh... aku ingin terus teriak dan melawan!!!! bukan diam tanpa daya, sebab kecil menyimpan kekuatan besar...

kalau aku boleh mengeluh, tak tahu lagi apa yang harus aku keluhkan sebab semuanya tak pernah didengar...

Dan kalau aku boleh melakukan Revolusi, adakah yang mau mati bersama ke Frustasi-an??

Minggu, 03 Juli 2011

Cinta Yang Hilang Dalam Hidup...

Cinta Ku Telah Hilang Dalam Hidup...
Diambil dan Di Rampas Oleh Orang-Orang Yang Seolah Menjadi Pahlawan
Aku Coba Mempertahankan dan Mencoba Mencari Cinta Itu...
Tapi Cinta Tak Bisa Dipertahankan Ataupun Aku Cari...

Yang Ku Hadapui Hanyalah Penolakan
Yang Ku Temui Hanyalah Pertentangan


Tak Ingin Aku Merusak Siapapun Atas Nama Cinta
Yang Aku Tahu Cinta Tak Saling Menghancurkan...

Namun Aku Tersesat Hidup Tanpa-Nya
Berpindah-pindah Tempat Mengharapkan Cinta Datang

Haruskah Yang Hilang Akan Kembali...??
Ketika Semuanya Diambil dengan Paksa

Haruskah Aku Hidup Dalam Dendam
Setelah Semuanya Telah Menyiksa???

Cintaku Telah Hilang di Dalam Penjara Sistem Yang Mengkondisikan
Aku Menjadi Bagian Yang Buas Untuk Menghancurkan Cinta...

Cinta Adalah Kehancuran Hidup
Aku Liar Dibuatnya...

Aku Tak Sadar Dibuatnya
Aku Tak Terkendali Karenanya

Aku Habis untuk Menghabisi Cinta
Aku Tak Bisa Lagi Menemukannya Cinta Yang Menyatukan
AKu Hanya Tahu Bahwa Cinta Hanyalah Kecewa....

Ku Coba Sebar Cintaku Yang Menghancurkan
Ku Lakukan Tanpa Ku Sadari
Aku Hanya Berharap Jika Cinta Itu Baik Untuk Hidup

Yang Terjadi Cinta Telah Merusak Semua Kehidupan Kita, Diantara Kita, Diantara Kalian Karena Cintaku
Cinta Ku Telah Hilang Dalam Hidup
Cinta Ku Awal Dari Kehancuran Yang Mematikan....

Kamis, 23 Juni 2011

Keluar dari Hidup...

Aku Keluar Dari Jalan Hidupku...
Aku Telah Memilih Untuk Tidak Lagi Ada Yang Tersakiti
Namun Aku Tetap Tidak Bisa Berlari
Harus Tetap Ada Yang Tersakiti, Begitupun Tubuhku ini

Ibu... Sudah Tidak Lagi Ada Di Dalamnya
Kaki Surga-Nya Aku Sudah Tidak Tahu Lagi...

Pengkhiatan Terus Terjadi Dalam Hidupku
Terkhianati Atau Mengkhianati...

Dia Keluar Dari Hidupku Untuk Selamanya, Namun Tanpa Kepastian
Dia Bawa Orang Lain Untuk Menggantikan Kehidupanku Disisi nya
Dia Keluar Orang Lain Masuk Dalam Kesempatan
Apa Yang Pernah Aku Miliki Di Jadikan Milik Mereka

Aku Dirampas Apa Yang Seharusnya Menjadi Hak-Ku
Aku Di Injak-Injak Kemanusiaanku
Aku Di Hancurkan Rasa Setiaku Terhadap Cinta

Aku Keluar Dari Kehidupan
Aku Tak Pernah Berlari Dari Kehidupan
Aku Tak Pernah Takut Dengan Apapun
Aku Tahu Berjalan Di Jalan Yang Aku Yakini

Namun Aku Terbunuh Oleh Fitnah
Aku Terbuang Oleh Mereka Yang Sama
Dan Aku Keluar Dari Kehidupan Karena Terpaksa
Di Paksa, Di Rampas, Di Singkirkan, Di Penjarakan, Di Bungkam, Di Hitamkan, Dijadikan Kambing, Dihancurkan, Hingga Akhirnya Aku Harus Dimatikan

Oleh Mereka, Oleh Orang-Orang Yang Takut Kehilangan Kekuasaan dan Uang
Atas Nama Cinta dan Kasih Mereka Membohongi Diri Sendiri dan Orang Lain

Atas Nama Cinta dan Kasih ku Kepadamu- Aku Keluar Dari Kehidupan

Jumat, 17 Juni 2011

Mawar Mati...

Merah Mawar Merekah Dalam Warna Darah....
Daunnya Mengering dan Mati...
Hanya Cinta Yang Mengembalikan Putik Hijaunya...
Merah Mawar Yang Mati...

Cerita Tentang Cinta dan Kematian
Harapan dan Keputusasaan

Hidup Hanyalah Cerita Lama yang dibuat Oleh Para Nabi...
Kematian Adalah Tujuan untuk Menggapai Cinta

Aku Disini Sepi dan Rindu
Cinta Yang Aku Rasa Dalam Relung Perasaan
Rindu dan Sepi Membuat Aku Terbunuh Oleh Bayangnya
Dimanakah Cinta itu Berada...

Cinta Terasa Dekat Diantara Kematian
Aku Menyerahkan Semua Mimpiku
Hanya Dia Yang Aku Punya Dalam Harapanku...

Harapanku Adalah Harapan Yang Terlihat
TaK pernah Bertemu untuk Melepas Rindu

Aku Hanya Mampu Melihat Mawar Merahku Terus Mengering...
Dalam Dompet Ku Taruh Fhotomu
Namun Siapakah Engkau Yang Telah Menggangguku...

Cintakah atau Hanya Kematian Yang Aku Tuju...

Namun aku Tetap Bermain Dengan Alam Perasaanku
Aku Tetap Berharap Cinta Membawaku Kepadanya
Meskipun Aku Harus Memluknya Satu Detik Lalu Aku Mati
Sebab Itulah Tujuan Cita dan Cintaku Kepadanya

Janganlah Menjadi Layu Mawar Merahku...
Sebelum Cinta dan Kematian Menjemput Hidupku

Mawar Merah Yang Merekah Namun Mati...

Senin, 23 Mei 2011

Aku Tak Pernah Tahu...

Aku tak pernah tahu jika selama ini kamu terus ada dalam bayangku
Ku Sadari kini, aku tak bisa lagi memungkiri perasaan yang aku punya untukmu
Betapa aku sangat terobsesi mendapatkan cinta dan kasihmu
Tapi kamu tak pernah nyata, meskipun aku rasa
Kamu tak pernah terlihat ku tahu engkau ada

Aku tak pernah tahu harus bagaimana aku menyentuhmu
Aku tak pernah tahu harus bagaimana aku memeluk erat hangat tubuhmu

Andai aku bisa menukar hidupku denganmu asal ku tak mati merindukanmu 
Aku rela hilang asal 1 jam aku bisa menyentuhmu dengan nyata...
Aku mengharapkanmu, Aku merindukanmu, Aku terbunuh sepiku

Jangan lagi pernah hilang...
Aku Tahu, aku menjadi gila dan tergila-gila kepadamu
Aku tak lagi peduli siapa kamu, nyatakah kamu, atau hanya mimpikah aku
Aku hanya mampu merasakan perasaan yang sangat baik bagi kehidupanku

Aneh juga hidup ini, satu manusia dua kepribadian
Dia memainkan perannya masing-masing untuk tetap ada

Aku tak pernah tahu apakah dia ada atau tidak pernah ada...
Yang aku tahu, aku hanya ingin meraihnya walaupun tak pernah pasti